Manfaat Konsultasi Menulis (2)

Pada tulisan sebelumnya telah saya sampaikan akan pentingnya konsultasi menulis berdasarkan kosumennya. Dimana penulisan dengan tujuan untuk konsumsi umum harus lebih bisa diterima dan dipahami oleh orang banyak, karena itu dalam penulisannya lebih dibutuhkan konsultasi menulis.

Pada bagian ini saya mencoba menjelaskan fungsi lain pentingnya konsultasi menulis, yaitu untuk mendapatkan masukan dari mereka yang lebih berpengalaman. Secara naluri setiap melakukan pekerjaan yang tidak mudah, kita sering berkonsultasi lebih dulu pada mereka yang kita anggap lebih paham pada bidang tertentu.

Misalnya saat akan memulai usaha, biasanya calon pedagang akan berkonsultasi dengan mereka yang telah sukses menjalankan usaha. Mereka menanyakan bagaimana sebaiknya usaha pada awalnya dijalankan; bagaimana cara memilih jenis barang dagangan yang akan dijual, bagaimana cara mendapatkannya, bagaimana tips melayani pembeli dengan baik, dan beragam pertanyaan yang membuatnya semakin paham dengan usaha yang akan dijalankan.

Teryata tidak berbeda jauh dengan itu, mestinya sebelum menulis kita juga membutuhkan konsultasi. Tujuannya tentu saja agar tulisan kita kelak dapat diterima baik oleh pembaca. Misalnya kita bisa menanyakan sekitar pertanyaan; bagaimana cara mendapatkan ide yang menarik, bagaimana cara megambangkannya menjadi gagasan, hingga menyajikannya dalam tulisan yang utuh dan menarik.

Konsultasi dalam menulis juga biasanya berbentuk pertanyaan yang paling mengusik benak calon penulis. Misalnya, cara menghilangkan rasa malas atau jenuh menulis. Ya, memang salah jika menulis hanya mengikuti mood, karena itu hanya akan membuat seorang penulis tidak produktif. Sebagaimana pekerjaan lainnya menulis pun harus dilakukan dengan target yang jelas.

Disinilah perlu adanya pembimbing dalam penulisan yang biasanya juga menjadi pengingat saat sang calon penulis mengalami kendur semangat menulisnya. Dari berbagai keterangan yang saya dapatkan dari beberapa orang konsultan penulisan, cara ini efektif untuk menghasilkan para penulis yang disiplin.

Dengan cara ini juga pembimbing bisa mengetahui tingkat kecepatan dan kualitas tulisan yang diasuhnya. Pada kesempatan menulis selanjutnya ia bisa memberikan tugas yang lebih berat. Dan ini tentu saja keuntungan bagi sang calon penulis, karena kini ia sudah mempunyai kemampuan menulis yang lebih cepat dan lebih menarik bagi pembaca.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *